Pernah merasa ketiak tiba-tiba sakit saat mengangkat tangan, memakai baju, atau bahkan saat disentuh ringan? Rasa nyeri di ketiak memang sering dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas harian. Banyak orang baru sadar betapa pentingnya kesehatan ketiak justru setelah muncul rasa perih, nyeri, atau tidak nyaman di area ini.
Ketiak adalah area lipatan tubuh yang unik. Kulitnya lebih tipis, lebih sensitif, dan menjadi tempat berkumpulnya kelenjar keringat serta folikel rambut. Karena itu, ketika terjadi gangguan kecil saja—entah karena iritasi, gesekan, atau infeksi ringan—reaksinya bisa terasa cukup menyakitkan.
Artikel ini akan membahas secara lengkap kenapa ketiak bisa sakit, apa saja penyebab yang sering tidak disadari, bagaimana cara meredakannya dengan aman, serta bagaimana merawat ketiak agar masalah serupa tidak sering terulang.
Kenapa Ketiak Mudah Terasa Sakit?
Jika dibandingkan dengan area kulit lain, ketiak memang jauh lebih “manja”. Kulitnya tipis, sering lembap karena keringat, dan hampir selalu tertutup pakaian. Kombinasi ini membuat ketiak menjadi area yang sangat mudah mengalami iritasi, peradangan, dan gangguan kulit lainnya.
Selain itu, ketiak juga mengandung banyak kelenjar getah bening dan kelenjar keringat. Saat terjadi reaksi peradangan, pembengkakan, atau infeksi ringan saja, rasa nyerinya bisa langsung terasa cukup mengganggu. Bahkan aktivitas sederhana seperti mengangkat tangan atau berjalan bisa memicu rasa tidak nyaman.
Yang sering tidak disadari, banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa sengaja memperburuk kondisi kulit ketiak, mulai dari cara mencukur, jenis pakaian, sampai produk yang digunakan.
Bentuk Rasa Sakit di Ketiak yang Sering Dialami
Rasa sakit di ketiak bisa muncul dalam berbagai bentuk, dan masing-masing biasanya menandakan penyebab yang berbeda.
Beberapa orang merasakan:
-
Nyeri tumpul saat ditekan
-
Perih seperti terbakar
-
Ngilu saat menggerakkan tangan
-
Rasa panas atau berdenyut
-
Tidak nyaman seperti memar di dalam kulit
Memahami jenis rasa sakitnya bisa membantu kita lebih cepat mengenali sumber masalahnya.
Penyebab Umum Ketiak Terasa Sakit
Iritasi Akibat Mencukur
Mencukur adalah salah satu penyebab paling sering dari ketiak yang terasa sakit. Pisau cukur yang tumpul, teknik mencukur yang terlalu keras, atau mencukur tanpa pelindung seperti sabun atau gel bisa menyebabkan luka-luka mikro di permukaan kulit.
Luka ini memang sering tidak terlihat, tetapi cukup untuk membuat kulit meradang. Akibatnya, ketiak bisa terasa perih, panas, atau nyeri saat disentuh selama beberapa hari setelah mencukur.
Jika setelah mencukur langsung menggunakan produk yang mengandung alkohol atau bahan keras, iritasi ini bisa menjadi lebih parah dan berlangsung lebih lama.
Gesekan dari Pakaian Ketat
Pakaian yang terlalu ketat, terutama di bagian lengan dan ketiak, bisa menyebabkan gesekan terus-menerus. Gesekan ini membuat lapisan pelindung kulit melemah dan akhirnya memicu peradangan.
Kondisi ini sering terjadi pada orang yang:
-
Banyak beraktivitas fisik
-
Berkeringat berlebihan
-
Menggunakan pakaian berbahan kasar atau tidak menyerap keringat
Gesekan yang terjadi berulang-ulang bisa membuat ketiak terasa perih, seperti lecet, atau bahkan memicu luka ringan.
Infeksi Akar Rambut (Folikulitis)
Folikulitis terjadi ketika folikel rambut terinfeksi bakteri. Biasanya ditandai dengan:
-
Benjolan kecil
-
Kemerahan
-
Nyeri saat ditekan
-
Kadang muncul titik putih seperti jerawat kecil
Infeksi ini sering muncul setelah mencukur, terutama jika kebersihan kulit tidak optimal atau jika pori-pori tersumbat oleh keringat dan kotoran.
Kelenjar Getah Bening Membengkak
Ketiak adalah salah satu tempat utama berkumpulnya kelenjar getah bening. Saat tubuh sedang melawan infeksi—baik infeksi ringan seperti flu, maupun infeksi lokal—kelenjar ini bisa membengkak dan terasa nyeri.
Biasanya benjolan ini:
-
Terasa agak dalam
-
Bisa digerakkan
-
Nyeri atau terasa tidak nyaman
-
Akan mengecil sendiri saat tubuh pulih
Penyumbatan Kelenjar Keringat
Jika kelenjar keringat tersumbat, bisa terbentuk benjolan di bawah kulit yang terasa nyeri dan kadang panas. Jika kondisi ini terinfeksi bakteri, rasa sakitnya bisa semakin jelas dan mengganggu.
Kesalahan Umum yang Membuat Ketiak Makin Sakit
Tanpa sadar, banyak orang justru memperparah kondisi ketiak yang sedang sensitif. Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
-
Tetap mencukur meski kulit sedang iritasi
-
Menggaruk area yang terasa gatal atau nyeri
-
Memencet benjolan kecil di ketiak
-
Menggunakan produk dengan alkohol atau pewangi keras
-
Membiarkan ketiak tetap lembap terlalu lama
Semua kebiasaan ini bisa memperlambat proses pemulihan kulit dan membuat iritasi semakin parah.
Cara Aman Meredakan Ketiak yang Sedang Sakit
Langkah pertama dan paling penting adalah memberi waktu kulit untuk pulih.
Beberapa hal yang bisa dilakukan:
-
Hentikan mencukur sementara waktu. Biarkan kulit benar-benar pulih sebelum kembali mencukur.
-
Gunakan pakaian longgar dan menyerap keringat. Ini membantu mengurangi gesekan dan kelembapan berlebih.
-
Jaga kebersihan area ketiak. Bersihkan dengan lembut, jangan digosok terlalu keras.
-
Kompres hangat 10–15 menit. Ini bisa membantu meredakan peradangan ringan dan melancarkan sirkulasi.
-
Pastikan ketiak benar-benar kering setelah mandi. Kelembapan adalah musuh utama kulit sensitif.
Selain itu, sangat penting untuk menghindari produk yang bersifat keras atau mengandung alkohol selama kulit masih dalam kondisi sensitif.
Pentingnya Memilih Produk yang Lembut untuk Ketiak Sensitif
Saat ketiak sedang sakit atau mudah iritasi, kulit berada dalam kondisi pertahanan yang lemah. Produk yang salah justru bisa memperparah peradangan.
Karena itu, produk yang ideal sebaiknya:
-
Tidak mengandung alkohol
-
Memiliki fungsi antibakteri ringan
-
Mengandung bahan yang menenangkan kulit
-
Tidak membuat perih saat digunakan
Di sinilah konsep produk seperti Elumor Brightening Deo Spray menjadi relevan secara fungsi, karena:
-
Mengandung 0% alkohol
-
Mengandung Antibacterial Active untuk membantu menjaga kebersihan area ketiak
-
Mengandung Niacinamide & Cybright™ yang membantu menenangkan dan memperkuat skin barrier
Dengan pendekatan yang lebih lembut, risiko iritasi lanjutan bisa dikurangi secara signifikan.
Kapan Ketiak Sakit Perlu Diperiksakan ke Dokter?
Meskipun sebagian besar kasus ketiak sakit bersifat ringan, ada beberapa kondisi yang tidak boleh diabaikan:
Segera periksa ke tenaga medis jika:
-
Nyeri tidak membaik lebih dari 7–10 hari
-
Benjolan semakin besar atau semakin nyeri
-
Muncul demam
-
Kulit menjadi sangat merah dan panas
-
Ada nanah atau cairan yang keluar
-
Rasa sakit sangat mengganggu aktivitas
Ini bisa menjadi tanda infeksi yang lebih serius atau masalah medis lain yang perlu penanganan profesional.
Cara Mencegah Ketiak Sakit di Masa Depan
Mencegah selalu lebih mudah daripada mengobati. Beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan:
-
Gunakan teknik mencukur yang lebih lembut
-
Jangan mencukur saat kulit sedang iritasi
-
Gunakan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu ketat
-
Jaga kebersihan dan kekeringan ketiak setiap hari
-
Pilih produk perawatan yang ramah untuk kulit sensitif
Dengan rutinitas sederhana ini, risiko iritasi dan nyeri di ketiak bisa berkurang drastis.
Ketiak sakit adalah masalah yang sangat umum dan biasanya tidak berbahaya, tetapi bisa sangat mengganggu kenyamanan. Penyebabnya beragam, mulai dari iritasi ringan, gesekan, infeksi folikel, hingga pembengkakan kelenjar.
Kunci utamanya adalah:
✔ Mengenali penyebabnya
✔ Tidak memperparah dengan kebiasaan yang salah
✔ Merawat kulit dengan lembut
✔ Menggunakan produk yang aman untuk kulit sensitif
Dengan perawatan yang tepat, ketiak bisa kembali nyaman, sehat, dan bebas dari rasa nyeri.